Pengadilan Negeri Demak

PROSEDUR BERUPAYA HUKUM

Pendaftaran Upaya Hukum Banding

  1. Para pihak berperkara yang keberatan dan tidak menerima Putusan Pengadilan Negeri berhak menempuh upaya hukum banding dengan mendaftarkan permohonan banding selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender.
  2. Petugas kepaniteraan perdata menghitung besaran panjar biaya perkara yang harus disetorkan oleh pemohon banding.
  3. Setelah menyetorkan panjar biaya, pemohon banding menyerahkan bukti penyetoran kepada petugas kepaniteraan.
  4. Pemohon banding akan menerima akta pernyataan banding untuk ditandatangani.
  5. Jurusita/Jurusita Pengganti memberitahukan pernyataan banding kepada termohon banding paling lama 7 hari kalender.
  6. Pemohon banding dapat menyertakan memori banding apabila dianggap perlu.
  7. Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding.
  8. Para pihak diberikan kesempatan memeriksa berkas perkara (inzage) selama 14 hari sejak pemberitahuan.
  9. Dalam waktu 30 hari sejak permohonan banding diajukan, berkas perkara harus dikirim ke Pengadilan Tinggi.
  10. Pencabutan permohonan banding diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri.
  11. Setelah putusan diterima kembali, Jurusita/Jurusita Pengganti memberitahukan amar putusan kepada para pihak.

Pendaftaran Upaya Hukum Kasasi

  1. Permohonan kasasi diajukan paling lambat 14 hari kalender setelah pemberitahuan Putusan Pengadilan Tinggi diterima.
  2. Petugas kepaniteraan menghitung besaran panjar biaya perkara.
  3. Pemohon kasasi menyerahkan bukti setor panjar biaya perkara.
  4. Pemohon kasasi menerima akta pernyataan kasasi.
  5. Jurusita/Jurusita Pengganti memberitahukan pernyataan kasasi kepada termohon kasasi.
  6. Pemohon kasasi wajib memasukkan memori kasasi paling lambat 14 hari.
  7. Termohon kasasi dapat mengajukan kontra memori kasasi.
  8. Para pihak diberikan kesempatan melakukan inzage.
  9. Dalam waktu 65 hari sejak permohonan kasasi diajukan, berkas perkara harus dikirim ke Mahkamah Agung.
  10. Pencabutan permohonan kasasi diajukan melalui Ketua Pengadilan Negeri.
  11. Amar putusan Mahkamah Agung diberitahukan kepada para pihak.

Pendaftaran Upaya Hukum Peninjauan Kembali (PK)

  1. Permohonan PK dapat diajukan dalam waktu 180 hari kalender dengan alasan sebagai berikut:
    1. Putusan didasarkan pada kebohongan atau tipu muslihat.
    2. Ditemukan surat bukti baru (novum).
    3. Terdapat tuntutan yang belum diputus atau putusan bertentangan.
    4. Terdapat kekhilafan Hakim atau kekeliruan nyata.
  2. Permohonan PK yang melampaui tenggang waktu tidak dapat diterima.
  3. Petugas kepaniteraan menghitung panjar biaya perkara.
  4. Pemohon PK menyerahkan bukti setor biaya perkara.
  5. Pemohon PK menerima akta pernyataan PK.
  6. Jurusita/Jurusita Pengganti memberitahukan permohonan PK kepada termohon PK.
  7. Termohon PK dapat memberikan jawaban atau tanggapan atas alasan PK.
  8. Dalam waktu 30 hari setelah menerima jawaban, berkas PK dikirim ke Mahkamah Agung.
  9. Pencabutan permohonan PK diajukan kepada Ketua Mahkamah Agung melalui Ketua Pengadilan Negeri.
  10. Amar putusan Mahkamah Agung diberitahukan kepada para pihak.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung. | 1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara. | 2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju. | 3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan. | 4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara . ⚠️
Scroll to Top
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech